Kembali disini. Dititik ini. Di saat ini. Di hamparan luas yang aku sendiri masih tak mengetahui, apa sebab begini, seperti ini.
Menyepi, mencari celah untukku bisa mengintip masa depan. Kuharap bisa begitu. Namun nyatanya itulah yang dinamakan rahasia.
Tak tepat, tak benar, tak pasti.
Tak tertakar, tak jelas, tak ada.
Seperti ragu, seperti semu.
Pilu, kelu, malu.
Tak tertakar, tak jelas, tak ada.
Seperti ragu, seperti semu.
Pilu, kelu, malu.
Aku menghitung segenggaman kerikil di tanganku. Belum genap hitunganku selesai, perasaan ganjil menyeruak. Menyusul linangan kecil yang ternyata aku sendiri.
Duhai Allah, sepedih inikah rasanya?
Duhai Pemilik Hati, harus sesedih inikah aku?
Duhai Sang Penyejuk Jiwa, sesepi bagaimana lagi yang harus kulalui?
Duhai Penentu Takdir, kurelakan dengan cara apa lagikah aku yang bahkan bukan milikku sendiri?
Aku melihat ujung itu disana.
Lambat laun mengarah kesana.
Lambat laun mengarah kesana.
Menyusuri dengan doa, tanpa membawa apa-apa.
Menuju senja.
(by: dyhanasora)
Demikian artikel Di 2016 semoga menambah wawasan dan pengalaman sahabat , Silahkan berbagi jika dirasa artikel ini bermanfaat , dan berikan masukan pada kolom komentar

Komentar Anda akan menambah semarak blog ini
SESUAI JUDUL ARTIKEL
NO SPAM PLEASE